5 Fungsi Inkubator Dalam Laboratorium Inkubator merupakan sebuah perangkat tertutup yang dapat mengoptimalkan suhu dan kelembapan agar organisme sel dapat berkembang dengan baik. Adapun fungsi-fungsi inkubator yang perlu Anda ketahui adalah sebagai berikut. Inkubator digunakan untuk membudidayakan organisme sel, baik uniseluler maupun multiseluler. Inkubator digunakan untuk memproduksi kumpulan mikroba. Inkubator digunakan sebagai pengembangbiakan serangga dan penetasan telur pada laboratorium zoologi. Inkubator digunakan sebagai tempat penyimpanan sampel sebelum diproses di laboratorium. Inkubator digunakan untuk mempercepat laju pertumbuhan objek yang sulit tumbuh secara alami atau memakan waktu yang lama untuk bertumbuh secara mandiri. 1. Inkubator Benchtop Inkubator tipe ini merupakan inkubator yang paling sering ditemui di laboratorium. Umumnya, inkubator benchtop digunakan untuk mengisolasi organisme agar dapat terjaga suhunya dan tidak tercampur dengan mikroorganisme lainnya yang bertebaran di luar inkubator. 2. Inkubator Pengocok Inkubator pengocok digunakan untuk membudidayakan mikroorganisme dengan mempercepat proses pengembangannya. Inkubator ini akan mentransfer suhu panas yang cepat dan merata ke seluruh bagian untuk mempercepat pertumbuhan. Namun, inkubator ini tidak dapat digunakan untuk semua jenis objek. Anda hanya dapat menggunakan inkubator ini untuk objek berbentuk cair. 3. Inkubator CO2 Ada beberapa jenis bakteri yang perlu diteliti dengan meningkatkan konsentrasi CO2. Untuk itu, inkubator CO2 ini dibutuhkan di beberapa laboratorium yang memfokuskan penelitian terhadap bakteri. Cara kerja dari inkubator CO2 ini adalah dengan menjaga kelembapan di dalam inkubator agar bakteri dapat tumbuh. Pada bagian bawah inkubator CO2, terdapat kabinet yang berisikan air yang berfungsi untuk menjaga kelembapan inkubator tersebut. 4. Inkubator Portable Biasanya beberapa peneliti tidak hanya bekerja di balik laboratorium saja. Ada beberapa peneliti yang harus bekerja langsung ke lapangan untuk mengumpulkan objek yang akan diteliti. Oleh karena itu, biasanya mereka membutuhkan inkubator portable yang tentunya memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan inkubator di laboratorium. 5. Inkubator Pendingin Sebuah laboratorium juga membutuhkan inkubator pendingin untuk menginkubasi organisme yang akan diteliti. Inkubator ini dilengkapi dengan kontrol pemanas dan pendingin yang harus seimbang dan tepat agar suhu tetap terjaga.




